Selasa, 08 Desember 2015

Tizen OS review (versi 2.4.0.1)


Tizen OS di Samsung Z3 (Review versi detail)
versi 2.4.0.1

Setelah mencicipi berbagai mobile OS mulai dari Android, iOS, Windows Phone 8, Blackberry OS, BB10, BB Playbook, Firefox OS, WebOS, Windows Mobile, Symbian UIQ pada Sony Ericsson, Symbian S60 pada Nokia dan Samsung i450, Kali ini saya berkesempatan untuk review salah satu OS mobile alternatif yang ada di dunia smartphone, buatan Samsung.

Seperti diketahui sebelumnya Samsung memiliki OS Bada buatan sendiri juga tetapi kurang sukses, nampaknya kali ini Samsung berusaha untuk belajar dari kesalahan.
Samsung Z3 merupakan HP kedua yang ditanam Tizen OS setelah Z1 yang lebih duluan hadir di Negara tertentu (mayoritas Negara asia selatan). Jika Z1 merupakan HP low end, maka Z3 untuk target pasar mid-end. Z3 memiliki spec AMOLED Screen, 1.3GHz Quad Core, 5” HD resolution display, camera 8MP dan depannya 5MP, 1GB RAM, dan memory storage 8GB serta dual-SIM card. Hadir dengan 3 pilihan warna Gold, Black, Silver. Aksesoris yang termasuk adalah battery, earphone, manual2, kartu garansi, dan charger. Disini tidak akan banyak dibahas soal hardware, karena fokus di Tizen OS.

Saya sebenarnya tidak berharap banyak pada OS baru di masa awal-awalnya, karena berdasarkan pengalaman biasa OS baru awal-awal umumnya jelek atau belum matang (Android perlu beberapa tahun baru bagus, iOS sampai versi 4 baru mulai oke, Windows Phone bahkan sampai sekarang terasa banyak yang kurang, BB10 versi awal banyak banget bug saat pertama kali saya coba di Z10) , tetapi Tizen ternyata lebih bagus dari harapan.
Saat pertama kali buka (unboxing) , seperti biasa di suruh set-up login account dan connect internet , dan anehnya ada pilihan Google account (mungkin hanya untuk import data tertentu seperti contact). Setelah connect langsung auto-update sendiri dan ukurannya dibawah 50mb (cukup kecil ukurannya jika dibanding android dan iOS, mungkin karena Cuma minor update). Di Box tertulis ada 14 regional languages India yang menunjukkan Samsung fokus terhadap daerah yang dipasarinnya.

UI

UI home screen interfacenya menurut saya sangat menarik, karena berbeda dengan gaya interface OS lain (Android, iOS, Windows Phone, BB10, dl) , dimana di Tizen screen terbagi menjadi bagian Widget pada bagian atas, dan ada 2 baris icon yang biasa di sebut Dock pada Android (permanent ga bisa di slide kanan kiri untuk ganti icon), bagian Dock ini bisa di geser(slide) keatas dan memunculkan icon-icon aplikasi lainnya. Dock bisa ditaruh icon Folder. Mungkin gaya UI seperti ini paling mirip dengan BB Playbook, tapi itu ya tablet dan karena ga bisa widget jadi bagian atasnya adalah halaman Multitask di BB Playbook.

Modif Theme & sejenisnya...

Yang menjadi perbedaan lain adalah Tizen secara default sangat focus terhadap theme dan customize pada UI OS, dimana secara default di setting kita dapat mengatur Theme, Style, Warna, Icon pack, Keyboard Style, Font, Camera Timer, dll tanpa menggunakan Launcher lain/alternatif. Screenshot pada Tizen menggunakan tombol Power button + Home .
Tizen OS sangat smooth , sebelumnya Samsung pernah klaim Tizen OS merupakan yang paling ringan dan smooth, ada kemungkinan apa yang di klaimnya benar dari pengalaman saya menggunakannya. Screen wake-up nya lebih cepat daripada Samsung Galaxy Note 4 yang saya gunakan, terutama jika HP sudah beberapa saat tidak digunakan, padahal secara spec Z3 lebih rendah (catatan: resolusi screen juga pengaruh). Startup Z3 lebih lambat dari Note 4, tetapi catatan note 4 merupakan salah satu yang paling cepat di market (lbh cepat dari iphone 6 plus dari yang pernah saya banding). Startup nya membutuhkan 29-30 detik dari screen off (dimulai dari tekan tombol power).


Z3 memiliki home button yang jika di tekan 2x, seperti kinerja S6 yang untuk launch Kamera secara cepat, Tentunya fitur ini bisa di disable jika mau. Notification panel  pada Z3 mirip dengan launcher TouchWiz pada Android Samsung , bedanya yang ini lebih simple karena tidak bisa gesture 2 jari untuk munculin lebih banyak icon shortcut. Kemudian Auto brightness diganti dengan fitur Outdoor  , dan tidak ada tombol S Finder dan Quick Connect. Terdapat tombol Torch di Notification panel yang ga ada di default Android Galnote4. Ada tombol Notification Setting, yang dimana kita bisa memilih app mana saja yang bisa muncul Notifnya dan mana yang mau kita disable.
Tombol Power kalau di tekan akan memunculkan pilihan Restart (suatu opsi fitur umum yang tidak ada di iOS ga tau kenapa), Enable Flight Mode, dan Power Off. 

Jika ada SMS masuk , pas dalam keadaan kita sedang di homescreen, maka ada Notif Bar  muncul di bagian atas screen , agak besar ukuran kotak/bar nya dan ada pilihan Call, Reply, View.


di Setting, Jika di iOS sistem centangnya menggunakan icon slide dan warna hijau untuk aktif, di Android menggunakan kotak centang, maka disini lebih mirip hybrid keduanya, tekan untuk mengaktifkan dan menjadi warna hijau, dan warna abu-abu untuk non-aktif.

Setting
Dibagian Setting, terdapat beberapa perbedaan, seperti ada nya option “Styler” untuk set Theme, Icon Pack dan sejenisnya seperti yang dijelasin sebelumnya, dan ada “Special Days” sebuah fitur untuk auto mengganti wallpaper dan lock screen secara otomatis pada hari tertentu.


Screen Lock Type ga berbeda dengan Android ada pilihan Swipe, Pattern, Pin, Password, dan None (hilangin lockscreen, salah satu pilihan yang paling kusukai dan ga ada di iOS). Kemudian dibagian security ada Find My Mobile dan kemudian tertanam Antivirus Software McAfee Security, nampaknya Samsung bekerjasama dengan McAfee untuk urusan keamanan.


Untuk urusan pengecekan, ada Data Usage , Storage and Ram info, Battery Usage yang informasinya menurut saya sangat detail, dan yang menarik di home screen ada app SmartManager yang punya tombol Clear, jadi cukup tekan 1 tombol sekali langsung clear RAM dan bersihin Storage sekaligus .
Set-up Account , secara default terdapat pilihan Samsung Account, Dropbox, Email, Google, Microsoft Exchange. 
Setelah menambah account Dropbox, dapat di akses lewat "My Files".

Backup dan Reset ,uniknya selain ada pilihan save di Cloud dan Factory Reset, ada lagi pilihan USB Mass Storage Backup via OTG (tidak ada di android ataupun OS lain).
Di Tizen, pengaktifan menu Developer Options agak berbeda, jika di Android klik 5x build number, maka disini melalui Dialer Code * #84936#, sayangnya pilihan setting pada Developer Options sangat sedikit, terutama yang yang biasa saya gunakan untuk mematikan fitur animasi transisi screen.
Tethering / Hotspot sama dengan Android Galnote4, ada Mobile Hotspot, USB Tethering, Bluetooth Tethering.

Keyboard


Keyboard bawaan menggunakan theme mirip iOS,  tetapi bedanya memiliki baris angka di bagian atas , dan theme bisa diganti ganti secara bawaan melalui setting. Tidak lupa juga terdapat fitur keyboard swipe (fungsinya untuk menulis kata-kata tanpa melepas jari, jalan terus gitu, pertama kali terkenal oleh developer app SwiftKey Keyboard di Android). Kemudian ada juga fitur Text Shortcut , pengguna Blackberry OS atau BB10 pasti sudah familiar dengan ini (salah satu andalan BB jaman dulu).

Tidak ada menu Accessibility.

Tidak ada Clear Data pada bagian apps manager, jadi mungkin ga bisa cheat kalo maen game atau mau ganti pin bbm , tapi ada Clear Cache.

di halaman Apps > App Manager , ada info previleges atau apa saja yang bisa diakses/control oleh app. Juga ada option Default apps yang mengatur default home screen dan app default lainnya

Menu Sounds And Notifications, kita bisa atur atau memilih notification dari app apa saja yang di allow/ijinkan untuk tampil. Trus ada juga pilihan Do Not Disturb dan bisa white list app apa yang di ijinkan berbunyi disaat Do No Disturb di aktifkan. Juga ada pilihan apakah notif akan muncul di Lock Screen (ada 3 pilihan; show all content, hide sensitive content, don't show notification)

Privacy and Safety, ada fitur Private Mode, Send SOS messages, Privacy settings, dan Location Services. Yang menarik adalah Privacy setting, dimana sebagai contoh jika kita mengecek Call Log, maka akan muncul list list aplikasi apa saja yang bisa akses Call Log kita, biasa orang males check aplikasi yang akan kita download bisa akses apa aja, ini sangat membantu untuk yang mementingkan masalah security dan privacy. Private Mode seperti namanya untuk protect password isi Gallery, Video, Music, My Files, Voice Recorder.


Terdapat fitur Ultra Power Saving yang membuat UI jadi simple dan screen hitam putih dan beberapa hal lain untuk menghemat battery. Disaat battery kritis, fitur ini sangat membantu. Dan saat di mode UPS, kita bisa screenshot tidak seperti di Galnote4/Android yg disable SS.

Di Data Usage , selain informasi, terdapat fitur Ultra Data Saving, yang bertujuan mengurangi penggunaan data dengan mengurangi render image , juga ada Data Management yang bisa mengatur aplikasi mana saja yang boleh menggunakan mobile data di background (spt iOS).


Ada juga halaman Dual-Sim karena Z3 support dual sim card, dan ada fitur dimana kedua kartu sama-sama aktif , jadi jika kita sedang berbicara di telepon atau menjawab telepon, terus ada panggilan masuk dari kartu yang satu lagi, maka itu juga akan masuk, jadi bisa dua2 berjalan sekaligus gitu.

Bloatware

Bloatware (app bawaan) sangat banyak, biasa deh Samsung, ada Whatsapp, Facebook, FB messenger, Mix Radio, WeChat, Quikr, HERE Maps, TrueCaller, Weather, OlaCabs, DailyHunt, Cricbuzz, McAfee Security, Asphalt Nitro, Google Search, Cricket Champs, SmartSwitch Mobile, My Galaxy, dan SmartManager.

Terdapat File Manager (yg ga ada di iOS ataupun Windows Phone, WP bisa download third party tapi jelek karena terkesan maksa). Di dalam file manager terdapat pilihan Folder(device storage) seperti biasa, ataupun mencari file berdasarkan jenis kategori (images, videos, audio, document, download history), dan ada juga Cloud Storage dari Dropbox. Tentu saja tidak lupa ada tombol Search untuk memudahkan pencarian file.

App TruCaller adalah sebuah aplikasi telepon yang kalo ada incoming call (panggilan masuk), dia akan search di web siapa identitas orang tersebut.
Map menggunakan HERE maps, yang dulunya adalah milik Nokia.
Satu-satunya aplikasi yang berhubungan dengan Google hanyalah app Google Search.
Youtube ada iconnya sendiri, tetapi saya rasa itu bukan app native, melainkan web app atau web html5 app (ga tau bahasa mana yang benar) , mirip dengan pendekatan Firefox , tetapi saat di buka mirip banget dengan app asli/native , mungkin orang awam ga bisa bedainnya. Jika saya bandingkan dengan Youtube non-native yang terdapat pada Windows Phone dan Firefox OS, yang ini tampilannya lebih mirip asli. Cuma ada satu hal yang agak lain, dimana saat memainkan video di Youtube, maka tizen akan memaksa kita untuk masuk ke semacam media player bawaan, mungkin ini minus point jika anda terbiasa nonton sambil baca-baca post komentar/isi teks di deskripsi, jika tidak ya tidak masalah.

Multitask

Screen multitask diakses melalui hold(tahan)tombol Home, dan mempunyai interface yang berbeda dengan OS lain, menurut saya itu plus point karena tampil beda, jika Android menggunakan interface Card geser atas bawah, terus iOS dan Firefox menggunakan interface Card geser kiri-kanan, maka ini menggunakan icon yang di geser atas bawah terus 1 buah tampilan card nya berupa preview multitask. Tentu saja tidak lupa ada tombol Close All, dan jika mau close satu satu di geser ke kiri cardnya. Tidak ada tombol untuk ke screen Active Application yang memiliki info RAM status seperti di Galnot 4. Unboxing , aplikasi dan system bawaan memakan 451mb / 44% dari 1gb RAM.

Gallery
Gallery memiliki 2 pilihan View, berdasarkan Waktu atau Album. Dan ada fitur Rename, SlideShow, Details (yg ga ada di BB10), Set As, Sharing(fitur penting yg ga ada di iOS). Ada perbedaan seleksi antara Android dan Tizen, jika Android kita memilih seleksi photo dulu baru Move atau Copy, maka disini kebalikan, kita memilih Move atau Copy di Menu dulu baru seleksi (sama aja sih Cuma beda proses).

ada fitur Collage juga , dimana ini mirip dengan editor photo yang biasa menaruh beberapa photo menjadi satu photo untuk keperluan social media, dan juga bisa ditaruh bingkai. Sayangnya tidak ada fitur resize photo (memperkecil ukuran photo) pada bawaannya seperti Galnote4.

Browsing
Browser Tizen bawaannya telah miliki fitur Pop-up blocker, secara umum ini merupakan plus point, tetapi untuk orang awam terkadang membawa masalah, dimana saat saya tes download lagu di sendspace, semua download gagal , sudah di tes beberapa kali gagal, saat di tes ke Galnote4 bisa. saya pikir bug, ternyata saat saat non-aktifkan fitur Pop-up blocker, jadi bisa , nampaknya pembuat website disable download jika browser kita ada add-on itu, hal ini akan trouble untuk pengguna awam ntar dikira HP nya ga bagus atau bermasalah.

Tizen Store
Tizen Store memiliki tampilan yang mirip dengan Android Google Playstore versi dahulu (old version), ada halaman pembagian Kategori, kemudian halaman Top Free, Top Paid, Top New Free, Top New Paid, dan Featured. Tampilannya sederhana dan terlihat lebih simple dari iOS Appstore dan Google Playstore.

Aplikasi umum seperti Twitter dan Telegram tidak ada, kemudian beberapa games terkenal seperti Candy Crush dan Angry Birds ga ada, dan yang agak mengejutkan saya search Cut The Rope juga tidak ada, padahal dulu pernah dibilang ada (ga tau kenapa deh), apalagi cut the rope merupakan game dengan dukungan platform terbanyak. Asphalt secara bawaan sudah ada jadi tidak perlu download. Aplikasi dari Group Facebook semua hadir seperti Whatsapp, Facebook, Facebook Messenger, Instagram . Kelihatan bahwa Mark Zuckerberg sangat mendukung platform Tizen ini. Aplikasi besar dari non-FB group mungkin Opera dan MX Player .

update maret 2016: Telegram akhirnya muncul di Tizen Store (sementara hanya bisa untuk Z3), biarpun masih ada bug.

update mei 2017: Plant vs Zombies, danger dash, Temple Run ada di tizen store



Ukuran aplikasi tergolong kecil, berikut perbandingan salah satu app umum Whatsapp:

Tizen OS: 9.79mb
Android: 19.86mb
iOS: 68mb (ntah kenapa besar gitu)
Windows Phone: 26mb
Blackberry OS (os lama): 9mb
Symbian OS : 6.5mb
Blackberry 10: 20.4 mb

memang belum sebanding dengan Firefox OS untuk ukuran aplikasi-aplikasinya, tetapi dibanding OS lain, ukurannya termasuk kecil.

Terdapat aplikasi Theme Store tersendiri dan terpisah dari Tizen Store, ini membuktikan bahwa Tizen sangat berorientasi kepada modif Theme bawaannya, cocok untuk yang suka gonta-ganti theme.

Untuk compatible dengan Android app belum saya coba, yang pasti membutuhkan app tambahan seperti ACL OpenMobile (tersedia di Tizen Store), jadi semacam emulator gitu.

update versi 2.4.0.2 tgl 16 januari 2016:
Angry Birds telah hadir di Store, menggunakan ACL porting. saya merasakan connect ke tizen store sedikit lebih lambat di versi 2.4.0.2. Top 23 aplikasi recommended saya; Whatsapp, Facebook, WeChat, Instagram, VLC Player, MX Player, Opera Mini, McAfee, Torrent Downloader, Angry Birds, Candy Crunch, Here Maps, Hancom Office, TruCaller, Download Booster, Asphalt, Drag Racing, App Locker, ACL, SShare, Photo genie, Facebook Messenger, dan tentu saja Telegram.

System kerja
Saat pertama kali saya membuka whatsapp, terus disuruh download sesuatu (in-app download) dari FB server, terus jika kita tekan back button disaat download , maka akan cancel + keluar dari app , jadi jika ingin tetap jalan dan melakukan hal lain, harus menggunakan home button, kayaknya sedikit berbeda dengan kinerja Android yang biasa kalo ada download/update di in-app , tekan tombol back tidak berfungsi /disable ataupun kadang keluar dari app tapi download tetap jalan. Perlu saya check dan teliti lebih lanjut apakah semua in-app download begitu di Tizen.
Di Tizen Store, ada satu yang saya suka dibanding OS lain , jika kita Cancel pas update atau download app di Tizen store, ataupun karena masalah koneksi internet / server , pas kita ulang download di kemudian waktu, kita tidak perlu download dari ulang atau 0%, tetapi tetap lanjut dari yang terakhir kali (selama tidak reboot hp kita).

Music Player
Aplikasi music player bawaan sangatlah simple, ada tab playlist, tracks, albums, artists, folders dan bisa scroll dengan pilih huruf a-z untuk mempercepat pencarian lagu, saat di halaman pemutaran lagu/musik, ada fitur fitur umum seperti shuffle, repeat, favorite, queue, dan yang ga umum adalah tombol recorder di halaman musik. Juga ada beberapa fitur yang muncul di samsung galaxy line seperti SoundAlive, search online, auto turn on/off dan tentu saja detail file lagu.


Kamera
kamera memiliki beberapa fitur mulai dari beauty face seperti yang terdapat pada Galaxy series, terus HDR yang umum ada pada iOS/iPhone dan Galaxy series, terus panorama shot, continous shot, dan night shot.
Dream Shot merupakan fitur yang cukup unik, semacam template sebelum mengambil foto, misalkan template cangkir kopi, maka kita bisa mengambil foto seseorang sebagai bayangan air kopi. Pro Shot merupakan Manual Mode (ISO, exposure, dll).  Akses kamera selain dengan cara umum lewat icon app, bisa juga akses dari Lock Screen ataupun menekan 2x tombol home dengan cepat.

Plus Point
Beberapa plus point yang tidak dibahas diatas diantaranya kemampuannya yang mirip Android dari segi Customize/modif , open source, dan sejenisnya. Tetapi juga mirip easy to use dan ringannya iOS, sehingga boleh dibilang menggunakan kelebihan-kelebihan OS lain untuk digabung menjadi 1.
Manajemen batterynya tergolong hemat jika dibandingkan dengan Android dan iOS kalau berdasarkan feeling saya (tidak tahu gimana cara mengukur dengan angka variabel, jadi pakai feeling perkiraan saja).

Update 28 Mei 2016:

  • terdapat fitur Multi Wallpapers pada lockscreen , jadi auto ganti wallpaper setiap kita wake up screen / unlock screen
  •  terdapat fitur sing & record karaoke, jadi music player nya ada keluar lagu di speaker tanpa suara (hanya musik) terus ada lyric keluar di screen dan kita nyanyi, terus di rekam. setelah selesai rekam,  ada fitur yang menyuruh kita selfie untuk dijadikan cover art album (cocok untuk yang suka cover lagu)
  • fitur lockscreen Invisible Pattern , mirip lockscreen pattern pada HP lain tapi yang ini invisible
  • fitur photo collage, semacam fitur multi-photo di jadikan satu photo
  • fitur offline browser page 
  • fitur video wheel, fitur ga penting, cuma slow motion backward video
  • Enhanced message , fitur ga penting 
  • Split Bills pada calculator , fitur ga penting



Minus Point
Tentu saja tidak ada product yang sempurna di mata saya, semua OS memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Selain masalah aplikasi yang menjadi kendala bagi OS baru, yang tidak saya suka ada di bagian browsing yang saat download tidak ada tombol cancel , hal ini juga tidak ada di Android, sehingga langkah untuk cancel nya agak repot harus slide notification panel>tahan lama app notif>masuk kehalaman baru>remove/clear app yang sedang didownload. Kekurangan lain di browser adalah biarpun ada pilihan fitur Mobile View/Desktop View, tetapi beberapa website seperti Sendspace tidak berjalan semestinya, selalu Desktop View padahal di galnote4 bisa.
Sewaktu pertama kali membuka whatsapp, tiba2 screen berwarna putih dan lama, saya pikir freeze karena ga jalan gitu, ternyata semacam loading gitu suruh download sesuatu dari Facebook Sever , sesuatu yang tidak ada di OS lain, saya tidak tahu kenapa bisa begitu, tapi itu hanya saat pertama kali mau register, mungkin efek dari app yang berdasarkan web.

Halaman Multitask yang tidak ada info pemakaian dan sisa RAM juga dirasa kurang.
Beberapa bug Minor tentunya masih hadir, seperti contohnya saat saya update Whatsapp di store, beberapa kali tekan tombol update tidak jalan, terpaksa harus tekan tombol back button, baru masuk lagi dan kali ini bisa. terus bug update yang melalui notification , kadang bisa buat blank page, trus juga ada bug habis download app trus di halaman app itu di tizen store nampak blank page. 

Di Tizen Store, saat saya download salah satu aplikasi, terus screen-off, maka downloadnya ga jalan, hal ini cukup menganggu jika download ukuran besar terpaksa screen harus On terus.   - Fixed di update terbaru 2.4.0.2

Akses ke Tizen Store sedikit lebih lambat dibanding dengan kompetitor (akses,download,loading,dll)

Syarat kompatibel aplikasi di Tizen Store terlalu ketat jika dibanding Android, maksudnya sebuah aplikasi muncul di Store itu biasanya setelah memenuhi syarat Model HP, Versi OS, Spesifikasi HP, Negara pemilik HP, versi negara HP, dll, nah itu yang membuat antara 1 HP dan HP lain bisa berbeda market/storenya, yang menjadi masalah di Tizen itu adalah terlalu ketat penyaringannya, mungkin Samsung ingin agar setiap aplikasi yang kita download benar-benar kompatibel, tapi efek negatifnya banyak app yang harusnya ada jadi ga muncul di Store.

update: terkadang ada bug akses tizen store dengan wifi, jadinya loading ga siap2 dan ga bisa ke index , tapi pas pake search , hasil pencariannya muncul, pas ganti koneksi ke gsm, ga ada masalah bisa ke index. Nampaknya download juga error jika menggunakan wifi, muncul error "Service not available. (0x30001)"  --> jika anda mendapat bug ini, tutup wifi, akses menggunakan GSM data dulu, trus reboot HP, baru tes akses menggunakan GSM data lagi, dan setelah bisa baru aktifkan Wifi lagi.

Update 28 Mei 2016: 
  • jika ada notif iklan, kita tidak bisa tahu darimana asal iklan itu, dari app apa datangnya (kalau di android bisa dengan tekan dan tahan di notif nya)
  • ga ada "search" feature (misalkan search application)

Perkiraan bentuk dan ukuran
Perkiraan ukuran Z3 jika dibanding dengan Samsung Galaxy S6 Edge dan iPhone 6S Plus, terlihat kalo Z3 mirip dengan pendekatan Galaxy series dimana faktor body-to-screen ratio cukup bagus (yg dimana merupakan kekurangan dari iPhone, sebagai perbandingan iphone 6s plus memiliki body lebih besar/panjang dari Note 4 tetapi screen Note 4 bisa lebih besar, itu disebabkan karena bingkai iphone tepi kiri-kanan, atas, bawah lebih besar marginnya).



Kesimpulan akhir:
Tizen OS is ready to prime time!

Nampaknya keputusan Samsung yang terus menunda peluncuran Tizen dan bermain lambat karena untuk mematangkan OS , sehingga tidak mengecewakan kesan pengguna terhadap OS baru yang biasa terjadi (Firefox OS, Ubuntu Touch, BB10, WP, dll).
Dengan dukungan penuh Samsung semoga penjualan Tizen phone akan tinggi, yang kemudian mengakibatkan para developer Software / Aplikasi akan beramai-ramai fokus membuat app di Tizen Store.
Tampilan sederhana dan mudah digunakan, Tidak terasa lag, buka app cepat, ukuran aplikasi kecil, memory manajemen yang bagus, bug yang tergolong minim untuk OS baru, Theme-oriented (fokus di theme), dan Hemat Battery. itu beberapa kesimpulan singkat positif yang saya berikan.
Saya rasa Tizen banyak belajar dari keunggulan OS lain, bahkan mungkin mengambil Easy to Use dan Simple nya WebOS biarpun masih belum tahap itu (WebOS merupakan OS paling Easy to Use dan Simple, dibandingkan OS lain termasuk iOS)
Di luar software Tizen, jika kita bicara perangkat, Wifi Sinyal nya tergolong sangat bagus, pas bersebelahan dengan iPhone 6s Plus pinjaman family dan Galaxy Note 4, Samsung Z3 memiliki sinyal penuh 4 kotak, sedangkan iphone 6s plus dan galnote 4 tidak full bar nya.
Kualitas kamera agak kurang ,  distorsi dan noise sangat terasa, ntah karena sudah terbiasa melihat hasil kamera dari flagship high-end lain atau apa , jadi nya terasa kurang hasilnya.
Lubang Earphone berada di bawah. Startup Z3 membutuhkan waktu sekitar 29-30 detik dari screen off.
Kekurangan di Ekosistem Aplikasi yang kerap terjadi pada OS baru, diharapkan dapat terpecahkan, semoga ACL juga semakin giat menambah daftar app convert nya, biarpun lebih diharapkan native apps karena performance tetap lebih baik.
Tambahan informasi, storage yang tersisa adalah 4.8gb of 5.49gb, berarti storage yang available adalah 4.8gb. kecepatan buka app vs note4 android, buka vlc dan whatsapp menang note4, buka opera mini menang z3.
Sejak pertama kali open box sampai sekarang mungkin sudah ada 3-4 update OS ,dan semuanya berukuran dibawah 50 mb, nampaknya memang OS ini agak ringan ukurannya.

Demikian sedikit review awal Tizen OS dan sedikit pembahasan hardware Z3, tentunya Review ini akan kurang valid dimasa mendatang karena update-update Tizen OS berikutnya. Semuanya adalah opini pribadi .

1 komentar: